Chinese generic drug firms face stiff competition from Indian drugmakers | Healthcare Asia Magazine
, Singapore

Chinese generic drug firms face stiff competition from Indian drugmakers

They offer lower labour costs and stronger R&D capabilities.

Generic drug companies in China with weaknesses in R&D, production capacity or integration of active pharmaceutical ingredient (API) and finished drug production may die out in the next few years as competition heightens from more established Indian pharma firms, UOB Kay Hian reports based on a forum in Hangzhou.

Indian pharma players lead the global generic drug market, being ahead in globalisation efforts and strong capabilities in generic drug development. The firms also operate with low labour cost and advanced IT and related technologies.

Indian drugmakers have been actively expanding to China through joint ventures. In July, Cipla announced that it has entered into a joint venture with Jiangsu Acebright to set up a manufacturing plant for respiratory products. Aurobindo Pharma is building a new plant in the country and Sun Pharmaceuticals has entered into a 15-year licensing agreement with a subsidiary of China Medical System Holdings.

“Generic companies [in China] have to quickly enhance R&D capability, carefully select products and focus areas, lower costs and improve efficiency,” analysts Carol Dou and Michael Cheung wrote.

A separate UOB Kay Hian report found that the entrance of Indian pharmas 25-province Group Purchasing Order (GPO) programme could cut prices further by 30%.

Pemindaian AI terkini meningkatkan diagnosa di Shin Kong Wu Ho-Su Memorial Hospital

Rumah sakit di Taiwan ini menggunakan teknologi endoskop yang dibantu AI untuk mendeteksi polip dan kamera resolusi tinggi untuk telemedis.

KFSHRC Saudi bertumpu pada inovasi untuk mentransformasi layanan kesehatan

Rumah sakit ini mempercepat adopsi teknologi baru untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin global di bidang kedokteran.

Angkor Hospital merencanakan pusat trauma untuk anak-anak

Fasilitas ini akan memiliki ICU, ruang gawat darurat, ruang operasi, dan bangsal bedah.

Bali International Hospital dan HK Asia Medical mendirikan pusat jantung baru

Fasilitas ini akan menawarkan diagnostik, operasi invasif minimal, dan perawatan pasca operasi.

Pasar pencitraan medis Indonesia diproyeksikan tumbuh 6,12% CAGR hingga 2030

Salah satu pendorong utama adalah peningkatan inisiatif yang dipimpin pemerintah.

Rumah Sakit Pusat Kamboja beralih ke adopsi teknologi untuk meningkatkan layanan jantung

Salah satu teknologi kunci mereka adalah mesin ECMO untuk mendukung hidup yang berkepanjangan dalam kondisi kritis.

Ekspor farmasi Indonesia diperkirakan tumbuh 7,7% CAGR hingga 2028

Berkat upaya pemerintah dan aturan investasi baru untuk meningkatkan produksi domestik.

Jepang dan Indonesia tandatangani MoU untuk pelatihan perawat dan pekerja perawatan

Kemitraan ini bertujuan membimbing tenaga kesehatan Indonesia agar memenuhi standar tenaga kerja profesional Jepang.

Pusat gigi nasional Singapura berada di garda terdepan layanan gigi digital

Teknologi pemindaian intraoralnya menggantikan metode pencetakan gigi tradisional.

Inovasi medis global dan solusi berbasis AI menjadi sorotan

Medical Taiwan 2024 menghadirkan 280 peserta dari 10 negara dan mendorong integrasi teknologi dalam layanan kesehatan.