Australia to invest $13.42m in healthtech R&D | Healthcare Asia Magazine
, Australia

Australia to invest $13.42m in healthtech R&D

The fund will be used for the discovery of better treatments of eight chronic diseases.

The Australian government is investing US$13.42m (AU$18.8m) to boost research and development (R&D) of better treatments for cancer, epilepsy, stroke, paralysis, irritable bowel syndrome, brain injuries, back pain and chronic middle ear disease, a media release confirmed.

The fund came as round three of the government’s US$32.12m (AU$45m) BioMedTech Horizons (BMTH) programme. Successful applicants will use the funding to develop medical devices–including wearable devices–telehealth and telemedicine, and digitally-enabled personalised medicine.

It will be handed to 21 projects working on developing medical devices, including wearable devices, telehealth and telemedicine, and digitally-enabled personalised medicine.

Amongst others, Victoria-based Seer will receive US$0.71m (AU$1m) to develop a real-time seizure forecasting system, through mobile and wearable monitoring, to empower people with epilepsy to regain control of their condition.

Other projects include a 3D bioprinting system for regenerating skin and developing a smart brain biopsy needle for faster, safer neurosurgery.

The BMTH program is funded through the government’s US$14.28b (AU$20b) Medical Research Future Fund (MRFF), whilst the industry is backing these projects by matching contributions of US$15.2m (AU$21.3m).
 

Pemindaian AI terkini meningkatkan diagnosa di Shin Kong Wu Ho-Su Memorial Hospital

Rumah sakit di Taiwan ini menggunakan teknologi endoskop yang dibantu AI untuk mendeteksi polip dan kamera resolusi tinggi untuk telemedis.

KFSHRC Saudi bertumpu pada inovasi untuk mentransformasi layanan kesehatan

Rumah sakit ini mempercepat adopsi teknologi baru untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin global di bidang kedokteran.

Angkor Hospital merencanakan pusat trauma untuk anak-anak

Fasilitas ini akan memiliki ICU, ruang gawat darurat, ruang operasi, dan bangsal bedah.

Bali International Hospital dan HK Asia Medical mendirikan pusat jantung baru

Fasilitas ini akan menawarkan diagnostik, operasi invasif minimal, dan perawatan pasca operasi.

Pasar pencitraan medis Indonesia diproyeksikan tumbuh 6,12% CAGR hingga 2030

Salah satu pendorong utama adalah peningkatan inisiatif yang dipimpin pemerintah.

Rumah Sakit Pusat Kamboja beralih ke adopsi teknologi untuk meningkatkan layanan jantung

Salah satu teknologi kunci mereka adalah mesin ECMO untuk mendukung hidup yang berkepanjangan dalam kondisi kritis.

Ekspor farmasi Indonesia diperkirakan tumbuh 7,7% CAGR hingga 2028

Berkat upaya pemerintah dan aturan investasi baru untuk meningkatkan produksi domestik.

Jepang dan Indonesia tandatangani MoU untuk pelatihan perawat dan pekerja perawatan

Kemitraan ini bertujuan membimbing tenaga kesehatan Indonesia agar memenuhi standar tenaga kerja profesional Jepang.

Pusat gigi nasional Singapura berada di garda terdepan layanan gigi digital

Teknologi pemindaian intraoralnya menggantikan metode pencetakan gigi tradisional.

Inovasi medis global dan solusi berbasis AI menjadi sorotan

Medical Taiwan 2024 menghadirkan 280 peserta dari 10 negara dan mendorong integrasi teknologi dalam layanan kesehatan.