The majority of APAC medtech firms setting ESG targets: report | Healthcare Asia Magazine
, APAC
317 views

The majority of APAC medtech firms setting ESG targets: report

A recent Bain study showed that 70% of companies established ESG goals.

Seven in 10 medtech customers from Australia, China, India, Japan, South Korea, and Vietnam said their companies set clear ESG strategies, including objectives, precise metrics, and quantifiable targets.

In a study by APACMed and Bain, 53% of consumers polled in APAC expect that the ESG criteria importance within their organisation’s supplier selection will increase over the next two years, with almost 70% expecting further growth in importance over the next five years.

Australia and China are leading the way with 85% and 60% of customer respondents, respectively, forecasting that their organisations will focus on ESG factors in their key purchasing criteria within two years. More than nine in 10 surveyed customers in the two markets possess well-defined ESG strategies.

Amongst the APAC markets, Australia is king in ESG maturity, with its stakeholders implementing comprehensive regulations and “a wide range of policies related to environmental matters at both state and national levels.”

“The country’s National Reconstruction Fund supports sustainable projects in priority sectors such as medical science and devices through equity, loans, or guarantees,” read the report.

Countries such as China, Japan, and South Korea also created environmental policies, emphasising the reduction of energy intensity and the pursuit of carbon neutrality. 

The poll was completed in May 2023 and used responses from 120 customers and over 800 employees and executives from medtech companies in six Asia Pacific markets. The goal is to better understand how the changing expectations of stakeholders are reinforcing the importance of ESG as a strategic priority for the medtech industry.
 

Follow the link for more news on

Pemindaian AI terkini meningkatkan diagnosa di Shin Kong Wu Ho-Su Memorial Hospital

Rumah sakit di Taiwan ini menggunakan teknologi endoskop yang dibantu AI untuk mendeteksi polip dan kamera resolusi tinggi untuk telemedis.

KFSHRC Saudi bertumpu pada inovasi untuk mentransformasi layanan kesehatan

Rumah sakit ini mempercepat adopsi teknologi baru untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin global di bidang kedokteran.

Angkor Hospital merencanakan pusat trauma untuk anak-anak

Fasilitas ini akan memiliki ICU, ruang gawat darurat, ruang operasi, dan bangsal bedah.

Bali International Hospital dan HK Asia Medical mendirikan pusat jantung baru

Fasilitas ini akan menawarkan diagnostik, operasi invasif minimal, dan perawatan pasca operasi.

Pasar pencitraan medis Indonesia diproyeksikan tumbuh 6,12% CAGR hingga 2030

Salah satu pendorong utama adalah peningkatan inisiatif yang dipimpin pemerintah.

Rumah Sakit Pusat Kamboja beralih ke adopsi teknologi untuk meningkatkan layanan jantung

Salah satu teknologi kunci mereka adalah mesin ECMO untuk mendukung hidup yang berkepanjangan dalam kondisi kritis.

Ekspor farmasi Indonesia diperkirakan tumbuh 7,7% CAGR hingga 2028

Berkat upaya pemerintah dan aturan investasi baru untuk meningkatkan produksi domestik.

Jepang dan Indonesia tandatangani MoU untuk pelatihan perawat dan pekerja perawatan

Kemitraan ini bertujuan membimbing tenaga kesehatan Indonesia agar memenuhi standar tenaga kerja profesional Jepang.

Pusat gigi nasional Singapura berada di garda terdepan layanan gigi digital

Teknologi pemindaian intraoralnya menggantikan metode pencetakan gigi tradisional.

Inovasi medis global dan solusi berbasis AI menjadi sorotan

Medical Taiwan 2024 menghadirkan 280 peserta dari 10 negara dan mendorong integrasi teknologi dalam layanan kesehatan.