Duke-NUS unveils LIVE Ventures initiative for research commercialisation | Healthcare Asia Magazine
, Singapore
Photo from Envato

Duke-NUS unveils LIVE Ventures initiative for research commercialisation

Its first investment involves a project to develop new chronic inflammatory disease treatments.

Singapore’s Duke-NUS Medical School has launched LIVE Ventures, a $14.9m (S$20m) incubation programme designed to support commercialising academic research into clinical applications.

With an initial funding tranche of $7.4m (S$10m), the programme is set to support up to 20 of the institution’s research projects over the next five years.

According to Associate Professor Christopher Laing, Vice-Dean for Innovation and Entrepreneurship at Duke-NUS, the programme will look into projects with one to two years of development after the proof-of-concept stage.

These projects’ commercial prospects will be evaluated based on the level of innovation, validity and scalability, market potential, and investment interest.

Building on this, the initiative will first invest in a project developed by Associate Professor Lena Ho from the Cardiovascular and Metabolic Disorders Programme to identify novel and high-value targets for anti-inflammatory therapeutics.

Over the next two years, the project aims to identify at least three candidates with the therapeutic potential of reducing overactive inflammation in common diseases such as rheumatoid arthritis, inflammatory bowel diseases and atopic dermatitis.

S$1 = $0.74

 

Follow the link for more news on

Pemindaian AI terkini meningkatkan diagnosa di Shin Kong Wu Ho-Su Memorial Hospital

Rumah sakit di Taiwan ini menggunakan teknologi endoskop yang dibantu AI untuk mendeteksi polip dan kamera resolusi tinggi untuk telemedis.

KFSHRC Saudi bertumpu pada inovasi untuk mentransformasi layanan kesehatan

Rumah sakit ini mempercepat adopsi teknologi baru untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin global di bidang kedokteran.

Angkor Hospital merencanakan pusat trauma untuk anak-anak

Fasilitas ini akan memiliki ICU, ruang gawat darurat, ruang operasi, dan bangsal bedah.

Bali International Hospital dan HK Asia Medical mendirikan pusat jantung baru

Fasilitas ini akan menawarkan diagnostik, operasi invasif minimal, dan perawatan pasca operasi.

Pasar pencitraan medis Indonesia diproyeksikan tumbuh 6,12% CAGR hingga 2030

Salah satu pendorong utama adalah peningkatan inisiatif yang dipimpin pemerintah.

Rumah Sakit Pusat Kamboja beralih ke adopsi teknologi untuk meningkatkan layanan jantung

Salah satu teknologi kunci mereka adalah mesin ECMO untuk mendukung hidup yang berkepanjangan dalam kondisi kritis.

Ekspor farmasi Indonesia diperkirakan tumbuh 7,7% CAGR hingga 2028

Berkat upaya pemerintah dan aturan investasi baru untuk meningkatkan produksi domestik.

Jepang dan Indonesia tandatangani MoU untuk pelatihan perawat dan pekerja perawatan

Kemitraan ini bertujuan membimbing tenaga kesehatan Indonesia agar memenuhi standar tenaga kerja profesional Jepang.

Pusat gigi nasional Singapura berada di garda terdepan layanan gigi digital

Teknologi pemindaian intraoralnya menggantikan metode pencetakan gigi tradisional.

Inovasi medis global dan solusi berbasis AI menjadi sorotan

Medical Taiwan 2024 menghadirkan 280 peserta dari 10 negara dan mendorong integrasi teknologi dalam layanan kesehatan.