Kidney stone therapeutics market faces challenges amidst urologist shortage | Healthcare Asia Magazine
, APAC
Photo from Envato

Kidney stone therapeutics market faces challenges amidst urologist shortage

The number of urologists globally is expected to decline by nearly 30% by 2025.

The global kidney stone therapeutics market is encountering notable challenges due to a shortage of highly skilled urologists, a trend particularly evident in countries such as India and China, said Technavio.

The report revealed that the number of urologists worldwide is expected to decline by nearly 30% by 2025, raising concerns about a shortage of specialists for complex urological surgeries.

“This shortage increases the complications and risks associated with surgical procedures, such as those for kidney stone removal and prostatectomy,” it said.

Meanwhile, high treatment costs, the potential side effects of procedures, and the use of diagnostic tools like CT scans and X-rays further add to the complexities of care.

“The complex nature of urology surgical procedures, including diagnosis, planning, and imaging interpretation, requires specialised training,” the report added.

Another contributing factor to the challenges facing the market is the rise in fast food consumption and changing dietary habits. Unhealthy eating patterns, combined with certain cooking methods, have been linked to the formation of kidney stones. 

In response, the sector is turning to innovative digital health solutions and advanced medical devices from major market players, focusing on the development of treatments like shock wave lithotripsy, ureteroscopy, and percutaneous renal lithotomy.

Follow the link for more news on

Pemindaian AI terkini meningkatkan diagnosa di Shin Kong Wu Ho-Su Memorial Hospital

Rumah sakit di Taiwan ini menggunakan teknologi endoskop yang dibantu AI untuk mendeteksi polip dan kamera resolusi tinggi untuk telemedis.

KFSHRC Saudi bertumpu pada inovasi untuk mentransformasi layanan kesehatan

Rumah sakit ini mempercepat adopsi teknologi baru untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin global di bidang kedokteran.

Angkor Hospital merencanakan pusat trauma untuk anak-anak

Fasilitas ini akan memiliki ICU, ruang gawat darurat, ruang operasi, dan bangsal bedah.

Bali International Hospital dan HK Asia Medical mendirikan pusat jantung baru

Fasilitas ini akan menawarkan diagnostik, operasi invasif minimal, dan perawatan pasca operasi.

Pasar pencitraan medis Indonesia diproyeksikan tumbuh 6,12% CAGR hingga 2030

Salah satu pendorong utama adalah peningkatan inisiatif yang dipimpin pemerintah.

Rumah Sakit Pusat Kamboja beralih ke adopsi teknologi untuk meningkatkan layanan jantung

Salah satu teknologi kunci mereka adalah mesin ECMO untuk mendukung hidup yang berkepanjangan dalam kondisi kritis.

Ekspor farmasi Indonesia diperkirakan tumbuh 7,7% CAGR hingga 2028

Berkat upaya pemerintah dan aturan investasi baru untuk meningkatkan produksi domestik.

Jepang dan Indonesia tandatangani MoU untuk pelatihan perawat dan pekerja perawatan

Kemitraan ini bertujuan membimbing tenaga kesehatan Indonesia agar memenuhi standar tenaga kerja profesional Jepang.

Pusat gigi nasional Singapura berada di garda terdepan layanan gigi digital

Teknologi pemindaian intraoralnya menggantikan metode pencetakan gigi tradisional.

Inovasi medis global dan solusi berbasis AI menjadi sorotan

Medical Taiwan 2024 menghadirkan 280 peserta dari 10 negara dan mendorong integrasi teknologi dalam layanan kesehatan.