Global external nasal dilator market to grow by $242.3m by 2028 | Healthcare Asia Magazine
, APAC
Photo by SHVETS production via Pexels

Global external nasal dilator market to grow by $242.3m by 2028

It is driven by rising air pollution and the growing prevalence of OSA.

The global external nasal dilator market is projected to increase by $242.3m from 2024 to 2028, with a compound annual growth rate (CAGR) of 6.78%, according to Technavio.

The surge is driven by rising air pollution and the growing prevalence of obstructive sleep apnea (OSA).

The rise in obstructive sleep apnea cases is a key factor influencing the nasal dilator market.

OSA occurs when the throat muscles intermittently relax during sleep, blocking the nasal airway and causing breathing difficulties and oxygen deprivation. Common symptoms include loud snoring and episodes of breathing cessation.

Risk factors for OSA include excess weight, hypertension, chronic nasal congestion, and conditions like asthma and diabetes. Untreated OSA can lead to severe health consequences, including high blood pressure, heart disease, stroke, and depression.

The report said that although external nasal dilators do not address the root causes of sleep apnea, they are commonly used to alleviate snoring by widening the nasal passages, thereby improving airflow. 

The market’s growth is also fueled by demand for non-invasive solutions to manage sleep disorders and breathing difficulties, particularly as public health concerns over untreated OSA grow.

However, competition from internal nasal dilators, nasal sprays, and surgical options poses challenges to market growth. Despite this, demand remains strong, especially with reusable, hypoallergenic products available online and in pharmacies, appealing to consumers seeking non-invasive solutions.
 

Pemindaian AI terkini meningkatkan diagnosa di Shin Kong Wu Ho-Su Memorial Hospital

Rumah sakit di Taiwan ini menggunakan teknologi endoskop yang dibantu AI untuk mendeteksi polip dan kamera resolusi tinggi untuk telemedis.

KFSHRC Saudi bertumpu pada inovasi untuk mentransformasi layanan kesehatan

Rumah sakit ini mempercepat adopsi teknologi baru untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin global di bidang kedokteran.

Angkor Hospital merencanakan pusat trauma untuk anak-anak

Fasilitas ini akan memiliki ICU, ruang gawat darurat, ruang operasi, dan bangsal bedah.

Bali International Hospital dan HK Asia Medical mendirikan pusat jantung baru

Fasilitas ini akan menawarkan diagnostik, operasi invasif minimal, dan perawatan pasca operasi.

Pasar pencitraan medis Indonesia diproyeksikan tumbuh 6,12% CAGR hingga 2030

Salah satu pendorong utama adalah peningkatan inisiatif yang dipimpin pemerintah.

Rumah Sakit Pusat Kamboja beralih ke adopsi teknologi untuk meningkatkan layanan jantung

Salah satu teknologi kunci mereka adalah mesin ECMO untuk mendukung hidup yang berkepanjangan dalam kondisi kritis.

Ekspor farmasi Indonesia diperkirakan tumbuh 7,7% CAGR hingga 2028

Berkat upaya pemerintah dan aturan investasi baru untuk meningkatkan produksi domestik.

Jepang dan Indonesia tandatangani MoU untuk pelatihan perawat dan pekerja perawatan

Kemitraan ini bertujuan membimbing tenaga kesehatan Indonesia agar memenuhi standar tenaga kerja profesional Jepang.

Pusat gigi nasional Singapura berada di garda terdepan layanan gigi digital

Teknologi pemindaian intraoralnya menggantikan metode pencetakan gigi tradisional.

Inovasi medis global dan solusi berbasis AI menjadi sorotan

Medical Taiwan 2024 menghadirkan 280 peserta dari 10 negara dan mendorong integrasi teknologi dalam layanan kesehatan.