Thailand ahead in med tourism | Healthcare Asia Magazine
, Singapore

Thailand ahead in med tourism

Thailand may not match as Singapore as athe destination of choice for complex treatments, but it is certainly welcoming many international patients each year, making it one of ASEAN’s leaders in medical tourism. Over 2.5m patients crossed the borders to Thailand in 2012 alone, and the momentum is expected to increase when the ASEAN Economic Community becomes effective in 2015. CIMB analyst Gary Ng predicts the sector will generate approximately THB803bn (US$25bn) in revenues from medical tourism between 2012-2016.

“Given Thailand’s closer proximity to Cambodia, Laos, Myanmar and Vietnam (CLMV) where medical infrastructure is less developed, we believe that there will be more patients from these countries coming to seek medical treatment in Thailand,” he adds.

As if foreseeing this massive growth in the sector, the Thai government has been developing the country into a Centre of Excellent Healthcare in Asia since 2004. The Thai government now aims for Thailand to be a World Class Healthcare Provider by 2016. Policies such as setting up a one-stop service centre at Suvarnabhumi Airport to provide information for medical tourists, and developing more clinical professionals to prepare for the greater demand, among others, have already been conceptualized by the government.

Medical tourism appeal

Ng credits the appeal of Thailand’s medical services to the numerous Thai hospitals which received the Clinical Care Program Certification, demonstrating their excellence in the integration and coordination of treatment of specific serious ailments. Aside from this, Thailand is also the first Asian country to achieve the JCI accreditation. Currently, there are 30 JCI-accredited hospitals in Thailand, in comparison with the 20 JCI accredited hospitals in Singapore, and the nine in Malaysia.
 

Pemindaian AI terkini meningkatkan diagnosa di Shin Kong Wu Ho-Su Memorial Hospital

Rumah sakit di Taiwan ini menggunakan teknologi endoskop yang dibantu AI untuk mendeteksi polip dan kamera resolusi tinggi untuk telemedis.

KFSHRC Saudi bertumpu pada inovasi untuk mentransformasi layanan kesehatan

Rumah sakit ini mempercepat adopsi teknologi baru untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin global di bidang kedokteran.

Angkor Hospital merencanakan pusat trauma untuk anak-anak

Fasilitas ini akan memiliki ICU, ruang gawat darurat, ruang operasi, dan bangsal bedah.

Bali International Hospital dan HK Asia Medical mendirikan pusat jantung baru

Fasilitas ini akan menawarkan diagnostik, operasi invasif minimal, dan perawatan pasca operasi.

Pasar pencitraan medis Indonesia diproyeksikan tumbuh 6,12% CAGR hingga 2030

Salah satu pendorong utama adalah peningkatan inisiatif yang dipimpin pemerintah.

Rumah Sakit Pusat Kamboja beralih ke adopsi teknologi untuk meningkatkan layanan jantung

Salah satu teknologi kunci mereka adalah mesin ECMO untuk mendukung hidup yang berkepanjangan dalam kondisi kritis.

Ekspor farmasi Indonesia diperkirakan tumbuh 7,7% CAGR hingga 2028

Berkat upaya pemerintah dan aturan investasi baru untuk meningkatkan produksi domestik.

Jepang dan Indonesia tandatangani MoU untuk pelatihan perawat dan pekerja perawatan

Kemitraan ini bertujuan membimbing tenaga kesehatan Indonesia agar memenuhi standar tenaga kerja profesional Jepang.

Pusat gigi nasional Singapura berada di garda terdepan layanan gigi digital

Teknologi pemindaian intraoralnya menggantikan metode pencetakan gigi tradisional.

Inovasi medis global dan solusi berbasis AI menjadi sorotan

Medical Taiwan 2024 menghadirkan 280 peserta dari 10 negara dan mendorong integrasi teknologi dalam layanan kesehatan.